Berlangganan

Dapatkan artikel menraik setiap hari dari rumahDIY. Dan jangan lewatkan informasi dagangan rumah dan tanah di area Yogyakarta dari rumahDIY.
Nama
Email

Tips Hemat Mambangun Rumah Sendiri

October 16, 2015Posted by hartonoInformasi Tips (DIY)

Memiliki rumah sendiri merupakan idaman bagi hampir semua orang. Tinggal bersama keluarga di rumah pribadi, tentu akan memberikan kenyamanan yang lebih jika dibandingkan dengan menyewa rumah orang lain, kontrak maupun kos. Alternatif untuk memiliki rumah sendiri pun bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu membeli (baik cash maupun kredit) dan membangunnya sendiri, dalam artian proses pembangunan dilakukan sendiri, tidak langsung terima jadi.

Ada beberapa orang yang lebih memilih untuk memiliki rumah sendiri dengan jalan membeli. Tapi ada juga yang dengan beberapa alasan memilih untuk membangun rumahnya sendiri. Salah satu alasan paling populer jika kita membuat rumah sendiri adalah, kita bisa menentukan sendiri model dan desain rumah sesuai dengan selera kita. Disamping itu, kita bisa benar-benar tahu kualitas dari rumah yang kita miliki, karena kita benar-benar paham dengan material-material dan proses pembangunan rumah. Ya, karena bisa dikatakan kita sendiri yang mengerjakannya, atau setidaknya memantau perkembangan pembangunan rumah itu. Berbeda dengan jalan membeli rumah, yang umumnya kita terima jadi.

Cara Hemat Membangun rumah sendiri

Ya, biaya untuk membangun sebuah rumah memang tidak lah murah. Itulah mengapa, banyak orang, umumnya di perkotaan, lebih memilih membeli rumah secara kredit untuk mewujudkan impian memiliki rumah sendiri – meskipun pilihan kredit rumah juga tidak lebih murah -. Tetapi jika Anda termasuk orang yang punya keinginan untuk mewujudkan rumah impian Anda yang sesuai dengan model dan selera Anda sendiri, dan Anda merasa tidak ada developer properti yang bisa memuaskan keinginan Anda, maka jalan membuat dan membangun rumah sendiri dari awal adalah pilihannya.

Di artikel kali ini, rumahDIY akan berbagi beberapa tips, agar kita bisa membangun rumah sendiri, dengan cara yang lebih hemat.

1. Desain dan Model Rumah
Memperkerjakan seorang arsitek untuk merancang rumah impian tidaklah murah. Oleh karena itu, cobalah untuk mendesain rumah Anda sendiri. Mencari referensi dari internet, mengenai model rumah impin adalah jalan terbaik jika Anda harus mengerjakannya sendiri. Cobalah untuk memilih model desain rumah minimalis. Desain rumah minimalis sangat populer satt ini, dan tidak sulit untuk menemukan variasi desain maupun detail rancangannya di internet atau majalah properti.

Pilih juga model bentuk rumah yang simple. Bantuk rumah dengan banyak lekukan, atau lengkungan di beberapa bagian rumah, umumnya akan meyisakan bahan bangunan yang lebih banyak sehingga tidak efisien dan menjadikan biaya lebih mahal.

Anda punya keluarga atau sahabat yang berprofesi sebagai arsitek ? Mungkin Anda bisa meminta bantuannya. Cobalah untuk mendapatkan harga yang friendly, atau mungkin gratis ? Hehe

Membangun Rumah Minimalis Secara Bertahap

2. Riset Harga Material
Cobalah untuk pergi ke beberapa toko bangunan di sekitar Anda. Dengan membawa daftar bahan bangunan yang akan Anda butuhkan untuk membangun rumah. Tanyakan harga-harga material tersebut di setiap toko, untuk mendapatkan harga paling murah. Umunya, toko-toko bangunan menjual material dengan harga bervarisasi.

Misal untuk harga semen, di toko A ternyata paling murah. Sementara harga batu bata / batako paling murah ada di toko B. Dan sebagainya. Catat, toko mana yang menyediakan barang paling murah untuk keperluan bahan bangunan. Dan lakukan rencana pembelanjaan, barang apa di toko mana, untuk mendapatkan total pengeluaran paling sedikit.

3. Potongan Harga
Jangan takut dan malu untuk meminta potongan harga kepada penjual bahan bangunan. Manfaatkan keperluan jumlah belanja Anda yang cukup banyak sebagai alasan agar penjual bersedia memberikan diskon. Atau, jika kebetulan ada tetangga dekat hendak membeli jenis bahan bangunan yang sama ? Jadikan satu pembeliannya, agar Anda dan tetaanga tersebut bisa mendapatkan total harga yang lebih murah.

Jika Anda punya kenalan atau kawan yang memiliki usaha di penjualan material bangunan, cobalah untuk mendatanginya. Siapa tahu Anda bisa mendapatkan harga yang lebih bersahabat.

4. Sabar dan Cermat dalam Mencari Tukang
Untuk membangun rumah, Anda membutuhkan tukang. Anda harus selektif dalam mencari tukang. Tentukan dengan cermat, antara tarif, kecepatan kerja dan hasil pekerjaan. Jangan asal mencari yang lebih murah, karena bisa saja tukang tersebut bekerja lambat dan hasil akhir pekerjaannya tidak memuaskan. Carilah referensi dari teman-teman atau kenalan Anda yang sebelumnya pernah mempekerjakan tukang bangunan.

Ada kecenderungan, tukang yang berasal dari daerah (jauh dari kota), menawarkan tarif yang lebih murah. Tetapi, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Anda harus paham bagaimana pekerjannya (kecepatan dan hasilnya).

Anda juga harus bisa menentukan, apakah akan mempekerjakan tukang tersebut dengan biaya harian, atau per proyek. Cobalah untuk berdiskusi langsung dengan tukangnya, dan tentukan mana pilah terbaik.

5. Bangun Rumah Secara Bertahap.
Jika ternyata Anda belum memiliki cukup uang untuk membangun rumah jadi, bangunlah secara bertahap. Misalnya, dengan membangun pondasinya terlebih dahulu. Kemudian nanti, jika sudah terkumpul uang dilanjutkan dengan membangun tembok dan atap, atau mempersiapkan kusen-kusen. Selanjutanya lebih detail ke bagian kamar, sampai ke bentuk rumah yang diinginkan.

membangun rumah bertahap pondasi rumah

Tips Membangun Rumah Secara Bertahap

Beli Titip Material Bangunan
Cara ini biasanya bisa kita lakukan, jika kita membeli bahan bangunan di toko yang cukup besar, dan kita kenal dengan penjualnya.

Mungkin kita khawatir, jika saat kita berusaha menabung untuk mengumpulkan uang, harga bahan bangunan akan naik. Untuk mengantisipasi, agar di masa depan kita tidak perlu membayar lebih banyak, kita bisa membeli material bangunan, tetapi tidak langsung membawanya pulang. Bisa dikatakan kita menitipkannya, dan akan diambil setelah semua siap dan pekerjaan pembangunan akan dilanjutkan.

Sebagai contoh : Katakanlah Anda telah membuat pondasi. Kemudian, di tahap selanjutnya Anda berencana membuat dinding dan atap. Untuk pengerjaan dinding dan atap, dibutuhkan semen 200 sak, dengan harga saat ini @ Rp 50.000,- . Dan kebetulan, saat ini Anda hanya memiliki anggaran dana pas Rp 10 juta. Padahal, untuk mengerjakan dinding dan atap diperlukan juga pasir, besi, dll. Di sisi lain, Anda punya keyakinan bahwa Anda akan mampu mengumpulkan uang tambahan untuk membeli pasir sekitar 2 bulan lagi. Dan Anda khawatir, kemungkinan besar 2 bulan lagi harga semen akan naik menjadi Rp 55.000,-, sehingga pembelian 200 sak semen akan menghabiskan dana Rp 11 juta (lebih 1 juta dari biaya sekarang).

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa membelanjakan uang Rp 10juta tersebut untuk membelinya saat ini, sehingga memperoleh 200 sak semen. Tetapi dengan perjanjian bahwa Anda akan mengambil semen tersebut 2 bulan lagi dari sekarang.

Biasanya, sistem belanja seperti itu lazim dilakukan pada material semen. Yang kualitasnya akan menurun jika disimpan terlalu lama. Atau pada material besi, karena khawatir besi akan berkarat jika tidak telaten melakukan perawatan.

Dahulukan Kusen (Material Kayu)
Jika Anda menginginkan menggunakan kusen kayu, dan Anda harus membelinya, usahakan untuk membelanjakan material kayu terlebih dahulu. Kenapa ? Karena, dari sekian banyak jenis material yang dibutuhkan dalam pembuatan rumah, kayu memiliki laju peningkatan harga yang cukup besar ( setidaknya, hal ini sesuai dengan pengalaman penulis yang tinggal di area Yogyakarta. Di daerah lain mungkin berbeda ).

Setelah Anda membuat pondasi, Anda bisa mulai memikirkan untuk membeli kayu dan menyerahkannya kepada tukang kayu untuk segera digarap. Sambil Anda mengumpulkan uang untuk membeli material bahan bangunan, guna membuat tembok dan atap.

Itulah beberapa tips dalam membangun rumah, agar biaya / pengeluaran bisa diminimalkan. Ingat, membangun rumah sendiri dengan cara bertahap lebih murah jika dibandingkan dengan mencicil rumah bertahun-tahun lantaran bunga kredit yang makin lama makin tinggi. Dan tentu saja, model rumah, kualitas material bisa lebih terawasi. Karena (maaf), tidak sedikit developer perumahan yang mengabaikan faktor kualitas bahan bangunan dan keamanan penghuninya, karena menggunakan material yang murah, agar bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan. Apalagi, untuk pembangunan perumahan kelas menengah ke bawah.

Semoga bermanfaat!

Foto dan Gambar Tips Hemat Mambangun Rumah Sendiri

beli rumah, membangun rumah, hemat,

Post a Comment

Your email is kept private. Required fields are marked *